Macam-macam Tingkah Nekat Pemudik yang Coba Kelabui Polisi

Macam-macam Tingkah Nekat Pemudik yang Coba Kelabui Polisi
Petugas memberhentikan kendaraan bermotor di titik penyekatan larangan mudik di Jatinangor, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi© Disediakan oleh Kumparan Petugas memberhentikan kendaraan bermotor di titik penyekatan larangan mudik di Jatinangor, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Presiden Jokowi sudah melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Larangan bagi para pemudik ini bertujuan untuk mencegah penularan virus corona dari daerah episentrum ke daerah-daerah lainnya.

Namun, rupanya masih banyak masyarakat Indonesia yang enggan melewatkan momen mudik. Sebab, dari tahun ke tahun, lebaran selalu identik dengan mudik dan kumpul-kumpul keluarga.

Terbukti, masih banyak masyarakat yang nekat curi-curi kesempatan agar bisa pulang kampung. Segala cara mereka halalkan, mulai dari bersembunyi di truk hingga masuk ke dalam kontainer.

Apa saja tingkah para pemudik yang nekat mengelabui polisi? Berikut yang kumparan sudah rangkum:

1. Sembunyi di Bus

Enam pemudik nekat bersembunyi di dalam bus tujuan Semarang, Jawa Tengah. Saat bus tersebut diberhentikan oleh polisi, awalnya sang sopir yang bernama Parjo mengaku tidak membawa penumpang.

Polisi menemukan pemudik yang bersembunyi di dalam bus. Foto: Dok. Istimewa© Disediakan oleh Kumparan Polisi menemukan pemudik yang bersembunyi di dalam bus. Foto: Dok. Istimewa

“Pada saat diberhentikan, sopir atas nama Parjo mengaku tidak membawa penumpang. Namun saat dilakukan pemeriksaan dicek ditemukan kurang lebih 6 penumpang yang sengaja bersembunyi dengan merebahkan kursinya dan mematikan lampu untuk menghindari petugas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yus.

Akibatnya, sang sopir pun ditegur dan diminta putar balik kembali ke Jakarta. 

2. Sembunyi di Mobil Bak Terbuka

Satpol PP DIY juga menciduk pemudik yang nekat masuk dengan menggunakan mobil bak terbuka. Penumpang tersebut duduk di bak belakang dan ditutup terpal.

“Masalah pemudik di jalur alternatif, bahkan ada informasi modus baru, masuk mobil bak terbuka yang ditutup terpal supaya bisa masuk ke Yogya,” jelas Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad.

Petugas memberhentikan kendaraan bermotor di titik penyekatan larangan mudik di Jatinangor, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi© Disediakan oleh Kumparan Petugas memberhentikan kendaraan bermotor di titik penyekatan larangan mudik di Jatinangor, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Saat ini, sudah ada tiga pos jaga yang didirikan oleh Dishub DIY, pengamanannya pun sudah sangat ketat. Namun, masih ada beberapa jalur alternatif yang perlu diwaspadai akan digunakan para pemudik.

3. Lewat Jalan Tikus

Sebuah mobil travel gelap berpelat hitam juga ditangkap oleh Polda Jabar karena nekat membawa pemudik. Mobil tersebut mengangkut sejumlah penumpang dari Jakarta yang hendak ke Tasikmalaya.

Mobil tersebut sempat berusaha mengelabui petugas dengan melewati jalan tikus setelah keluar dari Tol Buah Batu. Sehingga, mereka bisa lolos dari titik penyekatan di batas wilayah Jakarta-Jawa Barat.

Jejak digital mobil travel gelap yang ditumpangi pemudik nekat ke Tasikmalaya. Foto: Istimewa© Disediakan oleh Kumparan Jejak digital mobil travel gelap yang ditumpangi pemudik nekat ke Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Namun, pada akhirnya, mereka tetap tertangkap di pos Batu Nungku. Pengendara nakal tersebut saat ini sudah diserahkan ke unit Reserse Kriminal Kota Tasikmalaya untuk diperiksa lebih lanjut.

4. Sembunyi di Kontainer

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat angka penurunan kendaraan mudik diputarbalikkan dari hari ke hari. Pemudik mulai mencari akal agar bisa lolos dari razia polisi di sejumlah pos pemeriksaan yang tersebar di berbagai titik.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, pihaknya menemukan pemudik bersembunyi di truk. Bahkan sampai nekat masuk ke truk kontainer untuk menghindari petugas.

Istiono mengaku khawatir dengan ulah para pemudik tersebut. Ia mengimbau pemudik agar menahan diri daripada membahayakan diri sendiri dan keluarga di kampung halaman.

“Saya takutnya mereka lemas kekurangan oksigen. Kedua nyuri pakai truk kontainer kemudian tertular COVID-19 sangat bahaya dan menularkan sodara di kampung,” ujar Istiono.

5. Parkir di Minimarket

Di Cilegon, masih ada sejumlah pemudik yang terlihat menggunakan motor atau mobil. Mereka sebelumnya sempat bertahan di teras minimarket dan pinggir jalan.

Petugas gabungan mengarahkan pemudik roda empat dari arah Bekasi menuju Karawang untuk berputar arah di Perbatasan Karawang - Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar© Disediakan oleh Kumparan Petugas gabungan mengarahkan pemudik roda empat dari arah Bekasi menuju Karawang untuk berputar arah di Perbatasan Karawang – Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Tak hanya itu, mereka juga membawa sejumlah barang untuk kelengkapan mudik. Namun, modus mereka berhasil diketahui dan mereka sudah diminta putar balik oleh peteugas Polres Cilegon.

“Kami juga mengimbau kepada pengendara yang masih bertahan di kantung-kantung parkir, kami berikan imbauan dan kami dorong untuk segera meninggalkan wilayah Cilegon,” kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana.

  

Berita Terkait Rekomendasi MSN:
Elon Musk Versus Mark Zuckerberg Soal Lockdown Virus Corona
Swedia Gunakan Kotoran Ayam Cegah Sebaran Covid-19
China Tolak Penyelidikan Covid-19 untuk Salahkan Negara

Selengkapnya

Sumber

Share