Sinergitas Budaya dalam Industri Pariwisata Jawa Barat

Sinergitas Budaya dalam Industri Pariwisata Jawa Barat

Bandung – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) mengikuti sosialisasi perumusan Kebijakan Pengembangan Wisata Budaya di Jawa Barat bertajuk “Membangun Wisata Budaya Juara dengan Inovasi, Kolaborasi dan Komitmen yang Terbarukan” pada Selasa-Rabu, 27-28 November 2018 di Sheo Hotel, Ciumbuleuit, Bandung.

Sinergitas Budaya dalam Industri Pariwisata Jawa Barat

Sinergitas Budaya dalam Industri Pariwisata Jawa Barat

Daya tarik pariwisata Jawa Barat kini masih perlu digenjot seiring potensi yang ada di setiap daerah. Tidak hanya menitikberatkan pada wisata alam tetapi juga harus semakin menumbuhkan produk budaya dan perangkat pendukung wisata yang memiliki semangat inovasi. Perangkat itu juga membutuhkan sinergitas antar pihak dengan pola kolaborasi dan komitmen bersama untuk melaksanakannya sesuai peran masing-masing.

Di forum itu, berbagai perspektif disampaikan oleh para pemateri kepada para peserta seniman, budayawan, kalangan pendidikan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Dewan Kebudayaan Jawa Barat (DKJB) di Jawa Barat yang berkaitan dengan elemen Kebudayaan dan kepariwisataan.

Sinergitas Budaya dalam Industri Pariwisata Jawa Barat

Hadir sebagai pemateri di hari pertama yaitu Dr. M Zaini Alif S.An, M.Ds (Komunitas Hong), Prof. Dr. Ina Primiana, SE, MT (DKJB), Ir Yus Ruslan A Djajakusumah, MS (DKJB), Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA (Ketua DKJB) dan Dr.Pindi Setiawan (Dekan FSRD ITB) yang tengah bergiat di Badan Ekonomi Kreatif.

Sinergitas Budaya dalam Industri Pariwisata Jawa Barat

Di hari pertama pemateri menyampaikan konsep pemberdayaan budaya dan masyarakatnya, kondisi pariwisata Jawa Barat, pariwisata sebagai daya ungkit ekonomi daerah, pemanfaatan budaya untuk masyarakat lebih sejahtera serta konsepsi dan implementasi Pariwisata Juara, sesuai tagline Provinsi Jawa Barat untuk membangun Pariwisata Juara.

Sementara di hari kedua, paparan disampaikan oleh Dr.Bambang Katjaswara, S.Sos, MM.Par (Yayasan Prima) yang mengetengahkan perihal penyiapan SDM Juara untuk Wisata Juara dan ditutup oleh Aat Suratin, budayawan dan Pengurus DKJB yang memaparkan konsep kerja budaya untuk wisata budaya. “Secara keseluruhan konsep ini sudah sesuai dengan Undang-undang Pemajuan Budaya No 5 Tahun 2017 yang sering disosialisasikan oleh Dewan Kebudayaan Jawa Barat, mengacu pada langkah perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan ekosistem Kebudayaan,” ungkap Ganjar Kurnia, Ketua DKJB dalam paparannya.

Ia juga menguraikan, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memulai mengidentifikasi objek wisata di sepanjang jalur wisata dan diberikan bantuan teknis manajemen, pengemasan, pagelaran hingga penyiapan infrastruktur. “Melalui kajian, pemerintah juga bisa membantu membuat deskripsi secara jelas tenang objek wisata tersebut,” lanjutnya.

Sumber

Share