Pandeglang: Memadukan Wisata Sejarah dengan Wisata Alam di Barat Pulau Jawa

Pandeglang: Memadukan Wisata Sejarah dengan Wisata Alam di Barat Pulau Jawa

Pandeglang: Memadukan Wisata Sejarah dengan Wisata Alam di Barat Pulau Jawa

Pandeglang: Memadukan Wisata Sejarah dengan Wisata Alam di Barat Pulau Jawa

Sekilas

Pandeglang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten yang menyimpan jejak sejarah penting. Di kawasan Pandeglang diperkirakan tempat berdirinya Kerajaan Salakanagara (Negeri Perak), yaitu salah satu kerajaan tertua saat ini di Indonesia yang terletak di Teluk Lada Pandeglang (130-362 Masehi).

Kerajaan Salakanagara diperkirakan dulunya beribukota di daerah yang sekarang menjadi Kota Merak dan merak dalam bahasa Sunda berarti “membuat perak”. Luas Kerajaan Salakanagara dulunya meliputi daerah dari Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta hingga ke Gunung Salak.

Kemegahan kerajaan tertua tersebut pun dikenal dunia sebagai pusat perdagangan yang ramai pada masanya. Nama Salakanagara disebut-sebut dalam litelatur Yunani kuno sebagai Argyre (Kota Perak) oleh Claudius Ptolemaeus, seorang ahli bumi pada masa itu.

Kini sebagai sebuah kabupaten, Pandeglang memiliki luas2.746,90 km2 dengan 35 kecamatan dan 335 kelurahan di dalamnya. Letaknya sangat strategis berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Di sebelah barat sampai selatan meliputi Pulau Panaitan yang dipisahkan oleh Selat Panaitan, Pulau Tinjil dan Pulau Deli di Samudera Indonesia, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Sedangkan di sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Serang, serta Kabupaten Lebak di sebelah timur.

Nama Pandeglang sendiri ada yang menyebut berasal dari kata pande dan geulang atau pandai gelang, yang artinya tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat pertama ini dikaitkan dengan legenda meriam Ki Amuk, gelang yang melingkar pada meriam ini konon hanya bisa dibuatkan oleh seorang tukang pandai besi yang berasal dari Desa Kadupandak dan penduduk di sekitarnya disebut orang Pandeglang.

Ada pula yang menyebut Pandeglang berasal dari kata paneglaan yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas, itu diambil dari kata awas (negla) yang artinya melihat kemana-kemana. Kata ini dikaitkan sesuai pengalaman saat menanjak ke arah Kampung Sanghiyang Herang (tempat petilasan orang dulu) sehingga orang dapat melihat daerah lain dari tempat tersebut sehingga disebut “Pandeglang itu asal dari kata paneglaan, yaitu tempat melihat kemana-mana”.

Pendapat terakhir, berasal dari kata pani-gelang atau tepung gelang. Kata tersebut muncul dari peristiwa pemindahan ibukota Kesultanan Banten ke Ciekek Pandeglang pada masa pemerintahan Sultan Muhammad (1809-1813 Masehi), di masa akhir kejayaan Kesultanan Banten. Pemindahan pusat pemerintahan dilakukan untuk mengontrol kondisi kesultanan yang sedang melemah, seusai perang saudara dan banyaknya pengaruh kekuatan global yang silih berganti menyerang Kesultanan Banten saat itu. Pertemuan pemindahan inilah yang dimaksud dengan tepung gelang.

Kegiatan

Sebagian wilayah Pandeglang kondisi geografisnya berupa dataran rendah dan bergelombang. Di wilayah selatannya terdapat rangkaian pegunungan yang indah dan menarik dengan potensi alam yang masih terjaga keasriannya.

Pandeglang terkenal dengan suaka margasatwa satwa langka badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon. Gambar badak bercula satu tersebut terpampang pada lambang kabupaten ini. Taman Nasional Ujung Kulon terletak di kecamatan Sumur yang dapat ditempuh sekira 4 jam perjalanan darat dari Jakarta. Kawasan wisata Ujung Kulon sudah dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi, listrik, dan air bersih.

Taman Nasional ini sudah dirancang sebagai cagar alam sejak tahun 1921, dengan habitat alam flora dan fauna yang masih terjaga kealamiannya sampai saat ini. Beberapa pulau sekitarnya memiliki hutan dataran rendah yang dikelilingi pasir putih dan terdapat sungai-sungai jeram, air terjun, sumber air panas, serta keindahan taman lautnya. Di sini Anda dapat berwisata safari di taman nasional dan menikmati keindahan Pantai Ciputih, Pulau Peucang atau Pulau Panaitan.

Selain bersafari ke Ujung Kulon, Anda bisa menikmati pantai pasir putih dan keindahan taman di sepanjang pesisir barat sampai ke selatan Pandeglang. Salah satunya pantai di Kecamatan Carita ada Pantai Bama dan snorkeling di sekitar Pulau Popole dan Pulau Liwungan. Teluk Lada di Kecamatan Labuan memiliki pantai putih dan laut biru di Tanjung Lesung atau olahraga air di kawasan resort Pulau Umang.

Tidak hanya wisata pantai, di Pandeglang Anda juga dapat menikmati penjelajahan di pegunungan, tepatnya di daerah Gunung Aseupan yang menjadi habitat tumbuhan kantong semar, serta dua Gunung Pulosari dan Gunung Karang yang tertinggi di provinsi Banten. Di kawasan tersebut menyajikan keindahan alam yang menakjubkan dimana Anda bisa mendakinya untuk menemukan beberapa air terjun (curug) dan pemandian air panas di kaki gunungnya.

Tempat wisata alam di daerah pegunungan Pandeglang yang dapat Anda nikmati antara lain Curug Gendang yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Pantai Carita, Curug Putri dengan yang mengalir di Gunung Pulosari Kecamatan Pulosari. Selain itu, juga terdapat pemandian air panas di Pandeglang seperti pemandian alam air panas Cisolong dan pemandian air panas Cikoromoy dengan sumber mata air belerang dari Gunung Karang di Kecamatan Kaduhejo, serta pemandian air panas Citaman dari Gunung Pulosari di Kecamatan Jiput.

Selain berwisata alam, Anda juga bisa menikmati wisata sejarah atau religi. Banyak situs sejarah berupa peninggalan zaman megalitik, masa Hindu kuno sampai masuknya Kesultanan Islam di Banten. Beberapa situs tersebut antara lain situs Gunung Cupu, Batu Ranjang, Situs Batu Goong, Batu Lingga, Batu Bergores Cidaresi, prasasti Munjul, bekas gedung pendopo Kecamatan Saketi dan Kewedanan Menes.

Di Pandeglang juga terdapat tempat wisata buatan yang dikelola dengan baik seperti kolam renang ATLIT (Arta Tirta Lebaksereuh Indah Tentram), CAS Waterpark di Kecamatan Pandeglang, restoran dan wisata air DM Tirta di Kecamatan Mandalawangi yang letaknya diapit ketiga gunung di Pandeglang, kolam renang KRB Kecamatan Majasari, dan agrowisata di Kampung Domba Terpadu yang mayoritas penduduknya beternak domba dan bercocok tanam di Desa Cinyurup, Kecamatan Karang Tanjung.

Berkeliling

Untuk berkeliling ke lokasi wisata di kabupaten Pandeglang, Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua milik pribadi atau menyewanya. Tentunya juga bisa menggunakan angkutan umum dari pusat kota untuk menuju satu kecamatan ke kecamatan lainnya namun lebih baik melakukan survey terlebih dahulu mengenai angkutan umum apa saja yang akan ditumpangi.

Jika bepergian dengan rombongan jumlah besar Anda juga bisa menyewa bus pariwisata berbagai ukuran. Jika ingin menggunakan bus besar maka disarankan mencari informasi apakah daerah tujuan Anda bisa dilalui kendaraan ukuran besar atau tidak.

Berbelanja

Di tempat wisata tersedia penjual cenderamata seperti kaos, aksesoris, kerajinan dari kerang, hingga makanan yang bisa disantap langsung atau dibawa pulang.

Untuk Anda yang berwisata pantai, ada kios penjaja ikan asin maupun cenderamata di kawasan ini, tepatnya di Panimbang Tanjung Lesung atau di kawasan Pantai Carita. Sedangkan jajanan khas Pandeglang yang bisa Anda nikmati di tempat atau dibawa pulang adalah kue balok menes. Ada baiknya jika Anda memerhatikan kualitas barang atau makanan sebelum membelinya.

Transportasi

Ada berbagai cara untuk mencapai Pandeglang. Dengan kendaraan pribadi dari arah Jakarta atau Tangerang bisa melalui tol Tangerang – Merak. Ikuti arah ke Cimone, Bitung terus sampai terminal Pakupatan Serang. Dari terminal Serang masih mengikuti jalan sampai di pertigaan Ciceri dekat GOR Serang, setelah itu belok kiri dan ambil arah ke Pandeglang, tetap ikuti jalan utama sampai menemukan ke Kecamatan Pandeglang.

Apabila Anda ingin menikmati pantai di perjalanan maka bisa melewati jalur Cilegon. Melalui tol Jakarta-Merak, ambillah arah ke Pantai Anyer-Carita di pintu keluar Tol Cilegon Timur. Kemudian Anda akan menemukan Jalan Bojonegara, mengikuti jalur ke Anyer, sampai menemukan jalan utama di kawasan Pantai Carita. Dari sini Anda bisa mengikuti jalan utama untuk mengunjungi jalur pantai lainnya di Pandeglang.

Bus Damri dari bandar udara Soekarno Hatta juga menyediakan rute Serang-Cilegon, kemudian turun dekat terminal Pakupatan Serang atau Serang Timur dan melanjutkan perjalanan ke Pandeglang dengan angkutan umum. Selain itu, ada bus dengan rute Serang-Tanjung Lesung yang dapat mengantarkan Anda berwisata ke Tanjung Lesung, namun rute ini terbatas.

Jika Anda naik bus dari arah Jakarta atau Tangerang maka naiklah bus ke arah Merak dan turun di terminal Cilegon. Dari terminal Cilegon, naiklah minibus elf yang biasa mangkal di belakang Masjid Agung Cilegon, waktu tempuhnya 30 menit sampai dengan 1 jam. Ada banyak alternatif bus yang ke arah Merak dari terminal-terminal bus di kota lainnya seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Purwakarta.

Jika Anda berangkat dari Jakarta bisa naik dari Terminal Kalideres, Terminal Pulogadung, Kampung Rambutan, Tanjung Priok. Jika dari Tangerang bisa naik dari terminal Cikokol, bus yang melewati jalur kota Tangerang biasanya bus yang berangkat dari terminal Kalideres Jakarta Barat. Harga tiket bis sekira Rp20.000,- untuk eksekutif dan Rp17.000,- untuk bis ekonomi.

Anda juga bisa mencapai Pandeglang dengan kereta ekonomi dengan mengambil rute pilihan antara lain stasiun Angke (Jakarta) atau Tanah Abang (Jakarta) ke Rangkasbitung (Lebak), kemudian melanjutkan naik kereta ke stasiun Pandeglang atau angkutan umum ke arah Pandeglang. Alternatif jalur lainnya Angke-Krenceng Cilegon jika ingin ke Carita, dari stasiun akhir tujuan bisa menggunakan angkutan umum atau ojek ke tempat tujuan wisata Anda.

Waktu tempuh dari Jakarta ke Carita atau Pandeglang selama 3-7 jam perjalanan, tergantung seberapa jauh tempat wisata tujuan atau kondisi lalu-lintas.

Akomodasi

Pandeglang memiliki banyak tempat wisata, tentunya juga menyediakan beragam akomodasi. Pilihlah sesuai lokasi terdekat tujuan wisata. Berikut referensinya.

Kecamatan Pandeglang

Sofyan Inn Altama

Jalan Raya Serang Pandeglang, Banten KM 3, Kec. Serang, Jawa Barat 42251, Indonesia

Telepon: (0253) 202000

Harga mulai dari Rp425.000,- per kamar per malam

S’Rizki Hotel & Restaurant

Jl. Raya Serang KM. 1 No.26 Curug Sawer Pandeglang, Kec. Pandeglang, Banten

Telepon: (0253) 203210

Website: http://rizhotelpandeglang.blogspot.co.id/

Harga mulai dari Rp330.000,- per kamar per malam

Pandeglang Raya Hotel

Raya Labuan No. 7 Gardu Tanjak, Gg. Ciherang II, Pandeglang, Banten

Telepon: 0819-1119-4399

Kecamatan Carita

Mutiara Carita

Jl. Raya Carita – Labuan, Pandeglang, Banten

Telepon: (0253) 801 069 – 71

Website: http://www.mutiara-carita.com/

Harga mulai dari Rp810.700,- per kamar per malam

Rakata Hotel

Jl. Raya Pantai Carita Km. 9, Labuan, Pandeglang, Banten

Telepon: (0253) 801171

Website: http://www.krakatautrail.com/rakata-hotel-carita.html

Harga mulai dari Rp120.000,- per kamar per malam

Sambolo Beach Bungalows

Jl. Raya Labuan Km. 14, Kampung Mataram, Desa Sukarame, Labuan, Pandeglang, Banten

Telepon: (021) 2901-2233 (Jakarta) atau 0811-1630-300 (Dewi atau Randy)

Email: info@sambolo.co.id

Website: http://www.sambolo.co.id/

Villa Nine

Jl. Raya Labuan Carita KM. 12, Pandeglang, Banten

Villa Roca Layung

Jl. Raya Carita Labuan – Kmp. Sambolo, Desa Suka Rame, Carita, Pandeglang, Banten

Telepon: +62 811-9590-988

Tanjung Lesung

Tanjung Lesung Beach Hotel Bay Villas & Resort

Jalan Tanjung Lesung kavR 14 A, Pendeglang, Banten

Telepon: (0253) 802900

Mulai dari Rp1.300.000,- per kamar per malam

Kalicaa Villa Resort

Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten

Telepon: (0253) 253 881771

Website: http://www.kalicaavilla.com/

Mulai dari Rp3.300.000,- per vila per malam

Adam Homestay

Lokasi dekat dengan Beach Club

Telepon: 0857 1595 6816/08777 327 2313

Mulai dari Rp150.000 per kamar per malam

Pulau Umang Resort

Desa Sumur, Ujung Kulon Sumur, Pandeglang, Banten

Telepon: (021) 53153008 –Tangerang

Kuliner

Pandeglang memiliki kuliner khasnya sendiri seperti angeun lada, apem putih, balok menes, kue jojorong, juga terdapat emping melinjo dan otak-otak.

Angeun lada atau sayur lada merupakan sayur yang dicampur daging kerbau atau sapi, sayurannya bernama daun walang yang wanginya menyengat seperti binatang walang sangit. Masakan ini kaya rempah dan pedas seperti dicampur banyak lada dan menyantap kuahnya akan memberikan efek hangat di perut. Sayuran ini sangat terkenal di Pandeglang karena daun walang hanya dapat ditemui di sini,. Sayangnya, makanan ini sudah jarang ditemui dan hanya disajikan di acara tertentu seperti tahlilan, aqiqah, atau tasyakuran. Pilihannya dapat ditemukan di warung-warung khas makanan Serang atau Pandeglang seperti Warung “Cep Udin” yang letaknya tidak jauh dari Lapangan Sukarela Pandeglang, angeun lada bisa dinikmati seharga Rp10.000,- per porsi.

Makanan khas lain yang patut dicoba adalah kue jojorong yang dibuat dari tepung beras dan santan dengan isi lelehan gula aren yang manis; juga kue pasung yang bahannya hampir sama dengan kue jojorong namun beda cara memasak dan bentuknya, jika jojorong dibungkus daun pisang dengan bentuk kotak terbuka, sedangkan kue pasung dibungkus daun pisang dengan bentuk menyerupai corong.

Selain itu, juga ada apem putih yang banyak ditemui saat Ramadhan. Warnanya putih berbentuk kotak dan teksturnya kenyal, cara makannya dicelupkan ke dalam cairan gula aren bernama kinca. Bahannya terdiri dari gilingan beras, dan tape.

Makanan berbahan singkong lainnya adalah balok menes yang berwarna putih, dibentuk kotak dan dibungkus daun pisang. Berbeda dengan kue-kue lainnya yang disajikan dengan gula aren sebagai penambah rasa manis, untuk penyajian balok menes diolesi bawang goreng dan minyak serta ditaburi serundeng di atasnya.

Makanan khas lain yang bisa dinikmati berupa makanan olahan laut seperti otak-otak, udang bakar, ikan bakar yang disajikan dengan sambal tomat segar atau sambal kacang. Anda bisa menemukan banyak rumah makan seafood di sekitar rumah makan di sepanjang kawasan wisata pantai Pandeglang.

RM Ibu Entin

Spesialis Otak-Otak

Jalan Raya Labuan, Encle, Banten

(Samping Kantor Kecamatan Labuan)

Telepon: 0253-802467

HP: 081321665500

Penineungan 1

Jalan Ahmad Yani

Telepon: (0253) 201326

Penineungan 2

Jalan AMD Pandeglang

Telepon: (0253) 201752

Dapoer Ibu

Jalan KH Moch Idrus No 2 Pandeglang

RM Ibu Eni

Jalan Raya Labuan Km.14

Telepon: (0253) 401163

RM Rika Telaga Sari

Jalan Raya Labuan Km.12

Telepon: (0253) 401356

Tanjung Lesung

Jalan Citereup Panimbang

Telepon: (0253) 802900

Mutiara Carita

Jalan Raya Carita

Telepon: (0253) 801069 – 801070

Tips

Banyak sekali alternatif jalur maupun kendaraan saat menuju Pandeglang. Sebaiknya memilih jalur yang efektif dan aman, serta perhatikan jam operasional kendaraan di jalur yang akan Anda lewati.

Perhatikan kondisi cuaca di kawasan pantai maupun pegunungan. Silahkan mematuhi peraturan di kawasan wisata demi kenyamanan Anda. Jika ingin menikmati wisata pantai, biasanya di hari libur atau akhir pekan akan padat pengunjung. Pesanlah akomodasi beberapa hari sebelumnya.

Pandeglang: Memadukan Wisata Sejarah dengan Wisata Alam di Barat Pulau Jawa

Sumber

Share