Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Gelar Bimtek Penelitian

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalui Direktorat Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film menggelar acara bimbingan teknis penelitian di Kantor BPSNT (Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional) Jl. Cinambo, Kota Bandung.

Kementerian Budaya dan Pariwisata bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) memberikan seminar gratis tentang penelitian sejarah dan kebudayaan kepada guru, dosen, peneliti, sejarawan dan mahasiswa. Dalam bimbingan tersebut diberikan berbagai materi mengenai teknis penelitian kesejarahan & kebudayaan serta teknis penulisan laporan kesejarahan & kebudayaan.

Menurut Ketua Panitia, Drs. Dibyo Harsono, M.Hum, acara ini dibuat untuk meningkatkan kualitas peneliti dalam upaya inventarisasi dan pengkajian data sejarah dan kebudayaan.

“Acara ini rutin di gelar setiap tahun oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional, guna menyempurnakan persiapan, pelaksanaan, penganalisaan, dan pelaporan penelitian sejarah dan kebudayaan. Jika peneliti sudah mudah mengumpulkan data dan pelaporan, maka diharapkan penelitian sejarah dan kebudayaan Indonesia bisa terus berkembang.” ungkap Drs. Dibyo Harsono, Senin (14/07/2014).

Bimbingan teknis penelitian ini mendatangkan pembicara pakar antropologi dan sejarawan dari Unpad dan LIPI, yaitu ; Prof. DR Sobana Hardjasaputra, SS, M.A, Ade Makmur Kartawinata M.Phil, Ph.D, dan Prof. Risdi Muctar, MA, APU.

Pada acara tersebut, selain memberikan berbagai pelatihan cara-cara melakukan penelitian sejarah dan kebudayaan disana juga dijelaskan teknis penulisan karya ilmiah seperti ; skripsi, tesis atau disertasi.

Pendapat guru sejarah SMA di Bandung, Dedi Iriandi, adanya bimbingan teknis tentang penelitian sejarah dan kebudayaan adalah sangat penting, karena bimbingan ini selain mengajarkan bagaimana cara dan metode penelitian sejarah dan budaya, juga diterangkan bagaimana cara analisanya.

“Ini sangat perlu untuk para sejarahwan dan budayawan di Indonesia, mengingat di Indonesia masih banyak sejarah dan budaya yang belum terungkap secara runut dari keilmuan dan metode penelitianny,” papar Dedi.

Sedangkan mahasiswa UIN SGD (Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati), Bandung, Dwi Ariyanti, ikut acara ini sangat berguna karena disini dijelaskan juga mengenai cara penyusunan penelitian ilmiah untuk skripsi, tesis, dan sisertasi.

“Berguna banget datang ke acara ini, jadi tahu bagaimana untuk persiapan nyusun skripsi nanti”, cetus Dwi. (Red/ADE)

Sumber

Share