Jawa Barat Berpotensi Jadi Pemimpin Industri Pariwisata Syariah

Jawa Barat Berpotensi Jadi Pemimpin Industri Pariwisata Syariah

(MES) – Para pelaku bisnis di wilayah Jawa Barat akan serius menggarap pasar pariwisata syariah. Pasca terbitnya Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Hotel Syariah, para pelaku usaha di kota kembang ini mengaku siap melakukan aksi nyata untuk menjalankan bisnis syariah.

Hal ini dicerminkan dalam pernyataan Herman Muchtar, Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat sekaligus Ketua dewan penasehat kadin jawa barat yang menginginkan dukungan penuh dari MUI untuk mendukung proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

“Poin pentingnya adalah Jawa barat ini mau ngapaian. Peraturan Menteri sudah keluar. Dari dulu kita bicara halal terus tapi mana prakteknya. Potensi pariwisata jabar sangat mumpuni. Harusnya urusan sertifikasi halal ini dipermudah. Jangan dipersulit. Terutama dari segi biayanya,” ungkapnya.

Melihat potensi bisnis syariah, Jawa Barat memiliki banyak sekali keunggulan objek wisata jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Jawa Barat dinilai sangat berpotensi untuk menjadi pemimpin dalam sektor industri pariwisata syariah di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Winandar dalam Seminar Nasional Pariwisata Syariah yang diadakan pada hari Kamis (27/03) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat.

“Lihatlah Negara-negara lain seperti Rusia, China, Thailand, Australia yang justru bukan Negara dengan penduduk mayoritas Islam. Mereka saja bisa unggul dalam sektor pariwisata syariah. Bahkan Jerman saja sangat memuliakan para wisatawan muslim dengan penyediaan ruang sholat yang nyaman di bandaranya. Indonesia bagaimana coba lihat musholla di mall atau bandara masih banyak yang belum menjaga kebersihannya,” jelasnya.

Sapta mengaku sangat gemas dengan potensi pariwisata syariah di Indonesia yang sebenarnya bisa digarap dengan sangat baik akan tetapi para pelaku industri masih belum agresif. Ia mendukung penuh Jawa Barat untuk menjadi pusat pariwisata syariah di Indonesia.

“Jumlah penduduk muslim Malaysia hanya 16 juta tetapi mereka bisa bangga dan memaksimalkan potensi besar tersebut untuk mengembangkan pariwisata syariah. Bandingkan dengan Indonesia, di Jawa Barat saja jumlah muslimnya mencapai 27 juta. Potensi kita jauh lebih besar,”Tegasnya.

Ditjen Pemasaran Pariwisata, Kemenparekraf mencatat kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia mencapai 1.270.437 orang per tahun. Dari total tersebut, wisatawan muslim tidak hanya berasal dari Timur Tengah tetapi juga Eropa, mayoritas berasal dari Arab Saudi, Bahrain, Malaysia, Singapura dan Perancis. Dengan mengacu pada data tersebut, pengembangan pariwisata syariah memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Bahkan sejumlah negara-negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan, bahkan China sudah terlebih dahulu mengembangkan pariwisata syariah.

Di Indonesia sendiri, Jawa Barat dicanangkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu dari 12 destinasi pariwisata syariah di Indonesia. Hal ini cukup beralasan karena Jawa Barat telah menjadi pusat bagi industri baju muslim dan berbagai kuliner halal. [Puri Hukmi]

Sumber

Share