Pariwisata sebagai Lokomotif Ekonomi Jawa Barat

Pariwisata sebagai Lokomotif Ekonomi Jawa Barat

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Sektor pariwisata di Indonesia semakin hari semakin tumbuh sebagai sektor unggulan yang mampu berkontribusi positif sebagai penyumbang devisa negara. Pada tahun 2018 berdasarkan data Kementerian Pariwisata, diperkirakan terjadi peningkatan 20% pariwisata atau senilai US$20 miliar, dibanding tahun 2017 senilai US$16,8 miliar.

Tren peningkatan ini diyakini akan terus meningkat jika seluruh komponen industri bisa saling berkolaborasi dalam membangun pariwisata Indonesia secara berkelanjutan. Salah satunya kontribusi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI.

PHRI sebagai komponen penting dalam mata rantai pariwisata di Indonesia pun baru saja memperingati HUT ke-50 Tahun. Perhimpunan yang telah didirikan sejak 9 Februari 1969 ini kembali menegaskan peran pentingnya sebagai komponen pariwisatadi Indonesia.

Alhasil khusus peringatan di PHRI Jawa Barat, digelar acara Gemilang 50 tahun Ulang Tahun Emas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. Perayaan 50 tahun ini mengangkat tema “PHRI siap mendukung & menjadikan Pariwisata Lokomotif Ekonomi Jawa Barat”.

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar menyebutkan besarnya kontribusi para pelaku industri hotel dan restoran terhadap dunia pariwisata Indonesia. Herman juga mencatat bahwa bidang yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi sektor pariwisata di Jabar ini hadir di sektor kuliner atau restoran.

AYO BACA : PHRI Keluhkan Okupansi Hotel Turun

Dengan menginjak 50 tahun usia PHRI, Herman menyebut momentum ini sebagai simbol untuk terus menjalin kekompakan antara pengurus dan kemitraan yang baik di masa yang akan datang. Pasalnya, persoalan dalam dunia perhotelan dan restoran kini kian menantang.

“Persoalan yang dihadapi peningkatan sektor pariwisata saat ini yakni bagaimana kita membangun SDM yang andal dan memaksimalkan potensi daerah yang kita miliki. Apalagi pak Gubernur Jabar sangat aktif memacu pariwisata sebagai lokomotif ekonomi daerah,” ungkap Herman dalam acara yang diselenggarakan di hotel Asrilia Bandung, Minggu (24/2/2019) malam.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap PHRI Jabar mampu mengimbangi target pencapaian sektor pariwisata untuk bisa menjadi lokomotif perekonomian di Jawa Barat. Namun Herman menyebut tantangan untuk peningkatan kunjungan wisatawan kiwari ini pun dipengaruhi pula dengan berbagai kebijakan. Salah satunya kenaikan tiket pesawat.

“Kunjungan wisatawan domestik ke Jabar saat ini 54 juta orang tapi sebetulnya peluangnya sekitar 70 juta per tahun. Tapi dengan kenaikan tiket pesawat ini, wisnus datang ke Jabar pun akan semakin berkurang. Dengan dampak itu tak sedikit hotel dijual atau berubah fungsi menjadi tempat kost. Makanya saya mengajak Pemerintah duduk bersama melihat kondisi ini,” ujar Herman.

Dalam kesempatan yang sama Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa yang dalam kesempatan tersebut mewakili Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan dalam medukung pembangunan ekonomi satu daerah, sektor pariwisata memang memiliki andil paling besar.

AYO BACA : Ini Langkah PHRI untuk Menyedot Wisatawan

Apalagi untuk menggaet kunjungan wisatawan pariwisata daerah, sektor pariwisata harus dapat memanfaatkan segala potensi Sumber daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SMD) dengan maksimal.

Iwa menyampaikan, di 2017 kunjungan wisatawan ke Jawa Barat mencapai 64 jutaan. Angka ini terdiri 59 juta wisatawan domestik dan 4,9 jutaan wisatawan mancanegara. Namun dari total kunjungan ini, baru 30 persen atau 19 jutaan wisatawan yang mennggunakan jasa akomodasi di Jawa Barat.

Bukan hanya itu, Iwa pun menyoroti masih rendahnya sertifikasi hotel berbintang di Jawa barat. Bahkan dari 535 hotel berbintang di Jabar –terdiri dari bintang 3, 4, dan 5– baru 125 hotel yang telah tersertifikasi.

“Dengan kata lain baru 23 persen hotel berbintang di Jabar yang sudah tersertifikasi. Untuk itu saya mengajak bersama-sama meningkatkan standardisasi produk layanan untuk konsumen. Sehingga dengan upaya ini bisa meningkatkann potensi kunjungan pariwisata di Jabar,” katanya.

Sementara itu, sebagai upaya kerja sama, Iwa menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang mengusung visi Jawa Barat Juara Lahir Batin. Oleh karenanya, pemerintah daerah pun bakal senantiasa mendukung pelaku sektor pariwisata khususnya di sektor perhotelan dan restoran untuk mendorong sektor pariwisata Jabar kian gemilang.

“Kami Pemprov Jabar dengan visi Jabar Jara Lahir Batin akan terus mendukung pariwisata yang sehat. Khususnya di sektor perhotelan dan restoran melalui peningkaan mutu di lini infrastruktur, SDM, dan kelembagaan,” pungkasnya.

AYO BACA : Produk Koperasi Kabupaten Bandung Dilirik PHRI Provinsi Bali

Sumber

Share