KAWASAN EKONOMI KHUSUS : Jawa Barat Usul 6 Titik

KAWASAN EKONOMI KHUSUS : Jawa Barat Usul 6 Titik

BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambah usulan pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) dari tiga daerah menjadi enam titik baru.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Denny Juanda Puradimadja mengatakan pada awalnya Jabar hanya mendorong Geopark Ciletuh–Pelabuhan Ratu Sukabumi, Pangandaran dan Purwakarta menjadi KEK pariwisata.

“Kami sekarang mengusulkannya menjadi enam KEK dari awalnya yang hanya tiga,” katanya kepada Bisnis di Bandung, Minggu (4/6).

Menurutnya, tambahan usulan dari pihaknya pada Pusat yakni KEK Walini Bandung Barat, KEK Aetropolis Kertajati Majalengka, Jatigede Sumedang.

Penambahan ini sengaja diwacanakan untuk mendapatkan titik mana yang jauh lebih siap untuk diusulkan.

“Juni ini kami targetkan sudah ada expose agar nantinya kesiapan masing-masing diusulkan,” tuturnya.

Koordinator tim KEK Jabar ini menampik penambahan jumlah KEK karena tiga daerah yang diusulkan sebelumnya tidak siap.

Menurutnya, dalam rapat koordinasi terakhir, pihaknya meminta agar para pengusul bukan berasal dari pemerintah daerah setempat. “KEK ini nanti akan berisi berbagai kemudahan bagi para pelaku bisnis,” katanya.

Denny melansir untuk KEK pariwisata saja, lahan yang disyaratkan oleh pemerintah minimal mencapai 100 hektare, sementara itu untuk KEK industri 200 hektare. Karena itu, ketika pihaknya memasukan Jatigede dari segi kecukupan lahan, wilayah tersebut akan didorong menjadi KEK perairan dan perikanan. “Untuk Walini akan menjadi KEK agro dan industri pengusulnya nanti anak perusahaan PT KCIC,” ujarnya.

Karena itu dalam beberapa kali sosialisasi pihaknya meminta agar para pengusul datang dari konsorsium swasta mengingat penyiapan lahan sangat krusial.

Dia menunjuk Pangandaran, Walini dan Aetropolis tiga paling siap dari sisi lahan dibanding tempat lain. “Kalau lahan belum ada, jangan usulkan menjadi KEK, usulan ditunda saja,” paparnya.

Rencananya, keenam usulan KEK ini akan diarahkan pada masing-masing kementerian yang spesifik seperti Kementerian Pariwisata, Perindustrian dan Perhubungan.

Denny mengakui penambahan ini setidaknya bisa disetujui oleh pusat mengingat kelengkapan persyaratan sudah ditekankan pihaknya.

“Seperti Pangandaran itu sudah ada pihak swasta yang punya lahan lebih dari 100 hektar, sekarang tengah membangun. Mereka membuat kawasan pendukung wisata,” tuturnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Jerry Yanuar mengatakan penambahan KEK ini tercatat sudah mengalami tiga kali perubahan.

Awalnya Pemprov hanya akan mengusulkan Ciletuh–Pelabuhan Ratu dan Pangandaran. “Ini seiring rencana tata ruang Jabar yang akan membuat dua pusat pertumbuhan baru,” katanya kepada Bisnis.

Namun, kemudian usulan bertambah menjadi tiga dimana Purwakarta menunjukan kesiapannya jadi KEK. Terakhir jumlah usulan KEK makin bertambah usai Asisten Ekonomi melebarkan kemungkinan peluang daerah lain.

“Kenapa jadi enam? Terus terang untuk usulan terakhir kami tidak mengikuti lagi,” paparnya.

Meski demikian pihaknya menilai penambahan ini bukan masalah, mengingat sejumlah daerah harus diakselerasi terutama agar ada bangkitan ekonomi dari sektor pariwisata.

Dia menunjuk Walini diusulkan mengingat akan menjadi transit oriented development [TOD] Kereta Cepat Jakarta–Bandung, begitupula aerotropolis Kertajati, Majalengka.

“Kami minta skala prioritas saja, seiring dengan kebijakan awal. Pangandaran itu termasuk sudah siap,” katanya.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi memastikan KEK Purwakarta akan dipusatkan di Waduk Jatiluhur.

Menurutnya, dari potensi lahan dan bentang alam, kawasan tersebut layak menjadi KEK pariwisata seperti daerah lain yang ditopang sumber pengairan yang memadai.

“Kalau Bali punya Nusa Dua. Belitung punya Tanjung Kelayang dan kelak juga Juru Sebrang.

Kemudian, Lombok NTB punya Mandalika. Maltara punya Morotai, Danau Toba juga punya KEK, maka Purwakarta juga akan merancang pembangunan KEK di kawasan Pariwisata Jatiluhur, Purwakarta,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kek, kawasan ekonomi khusus

Sumber

Share