Ekonomi dan Pariwisata Jawa Barat

Ekonomi dan Pariwisata Jawa Barat

Awalnya, perekonomian masyarakat Sunda di Jawa Barat sangat bergantung pada budidaya padi. Kerajaan kuno yang didirikan di Jawa Barat seperti Tarumanagara dan Sunda Kerajaan diketahui telah mengandalkan pajak padi dan pendapatan pertanian. Siklus kehidupan masyarakat Sunda kuno revolvied sekitar siklus tanaman padi. Festival panen tradisional padi seperti Taun Seren itu penting. Dewi kuno padi, Nyai Pohaci Sanghyang Asri, dipuja dalam budaya Sunda. Secara tradisional, masyarakat Sunda sering digunakan budidaya padi kering (ladang). Setelah Mataram diperluas ke daerah Priangan pada abad ke-17 awal setelah kampanye Sultan Agung melawan Belanda Batavia, sawah (budidaya padi basah) mulai diadopsi di dataran rendah utara Jawa Barat. Kabupaten seperti Indramayu, Cirebon, Subang, Karawang dan Bekasi sekarang dikenal sebagai daerah penghasil beras utama. Wilayah pegunungan Jawa Barat memasok sayuran, perkebunan bunga dan banyak menghasilkan ke Jakarta dan Bandung. Hewan peternakan di Jawa Barat menghasilkan produk susu dan daging.

Selama Belanda East India Company (VOC) dan Hindia Belanda era, Jawa Barat jatuh di bawah pemerintahan Belanda yang berpusat di Batavia. Pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan tanaman seperti teh, kopi, dan kina. Sejak abad ke-18, Jawa Barat (dikenal sebagai “De Preanger”) dikenal sebagai daerah perkebunan yang produktif, dan menjadi terintegrasi dengan perdagangan global dan ekonomi. Layanan seperti transportasi dan perbankan diberikan untuk memenuhi kaya pemilik perkebunan Belanda. Jawa Barat dikenal sebagai salah satu daerah maju awal di kepulauan Indonesia. Pada awal abad 20, pemerintah kolonial Belanda mengembangkan infrastruktur untuk tujuan ekonomi, terutama untuk mendukung perkebunan Belanda di wilayah tersebut. Jalan dan kereta api yang dibangun untuk menghubungkan daerah pedalaman perkebunan dengan pusat-pusat perkotaan seperti Bandung dan pelabuhan Batavia.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Jawa Barat menjadi daerah pendukung untuk Jakarta, ibukota Indonesia. Jakarta tetap sebagai pusat bisnis dan politik Indonesia. Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat seperti Bogor, Bekasi dan Depok dikembangkan sebagai pendukung area untuk Jakarta dan datang untuk membentuk Jabodetabek daerah atau Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi). Wilayah utara Jawa Barat telah menjadi daerah industri besar. Bidang-bidang seperti Bekasi, Cikarang dan Karawang yang luas dengan pabrik-pabrik dan industri. Daerah di dalam dan sekitar Bandung juga dikembangkan sebagai kawasan industri.

Diberkahi dengan keindahan alam dan budaya yang kaya, pariwisata juga merupakan industri penting di Jawa Barat. Daerah Puncak dan Bandung telah lama dikenal sebagai tujuan akhir pekan populer bagi warga Jakarta. Hari ini Bandung telah berkembang menjadi tujuan belanja chic dan modis, populer tidak hanya di kalangan lokal khususnya warga Jakarta Indonesia, tetapi juga tujuan belanja populer untuk tetangga Malaysia dan Singapura. Kota pesisir kuno Cirebon juga populer sebagai tujuan wisata budaya karena kota ini memiliki beberapa kratons dan banyak situs sejarah seperti Gua Sunyaragi. Lain tujuan wisata populer termasuk Kebun Raya Bogor, Taman Safari Indonesia, kawah Tangkuban Perahu, Ciater air panas, Kawah Putih kawah di sebelah selatan Bandung, pantai Pangandaran, dan resor pegunungan berbagai Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Kuningan.

Sumber

Share